Dialektika Otoritas Keagamaan dan Ilmu Pengetahuan dalam Penetapan Awal Bulan Kamariah
DOI:
https://doi.org/10.59996/aksioreligia.v3i1.769Keywords:
Bulan kamariah, Rukyat, Hisab, Otoritas Keagamaan, kalender hijriahAbstract
Penetapan awal bulan kamariah dalam kalender hijriah merupakan isu krusial dalam kehidupan keagamaan umat Islam yang memengaruhi pelaksanaan ibadah-ibadah utama seperti puasa Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika epistemologis, institusional, dan sosial di balik konflik antara metode rukyat (pengamatan visual) dan hisab (perhitungan astronomi), serta mengeksplorasi berbagai model harmonisasi yang berkembang di negara-negara Muslim seperti Indonesia, Arab Saudi, dan Turki. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan metode tersebut tidak hanya mencerminkan pertentangan antara wahyu dan rasio, tetapi juga melibatkan aspek otoritas keagamaan, legitimasi syar’i, dan tantangan politik serta budaya. Upaya harmonisasi seperti kriteria imkanur rukyat MABIMS dan gagasan Kalender Hijriah Global menunjukkan arah menuju integrasi antara sains dan syariat, meskipun masih menghadapi hambatan struktural. Penelitian ini menekankan pentingnya dialog lintas disiplin antara ulama dan ilmuwan demi tercapainya sistem kalender Islam yang seragam, ilmiah, dan tetap otentik secara keagamaan.
References
Anwar, S. (2024, January 17). Tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Suara Muhammadiyah. https://www.suaramuhammadiyah.id/read/tentang-kalender-hijriah-global-tunggal-khgt
Bukhārī, M. ibn I. al-. (1422). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. al-Ṭabʿah al-Sulṭāniyyah. https://shamela.ws/book/1681
Hakim, S. A. (2023, April 13). Problematika Kriteria Imkanur Rukyatil Hilal dan Wujudul Hilal dalam Penentuan Awal Bulan Qomariyah. Portal Persis. https://persis.or.id/Kajian/read/problematika-kriteria-imkanur-rukyatil-hilal-dan-wujudul-hilal-dalam-penentuan-awal-bulan-qomariyah
Hamid M. K. Al Naimiy: Hussein M Elmehdi. (2025). Proceedings of the14th Arabic Conference of the Arab Union for Astronomy and Space Sciences, AUASS-CONF 2023. In Ihsan A. Shehadi (Ed.), Springer Proceedings in Physics: Vol. 420 SPPHY (Issue November).
Haryanto, A. M. (2023). Hisab dan Rukyat dalam Penentuan Awal Bulan Qamariyah di Indonesia Perspektif Hadis. Al-Mu’tabar, 3(2), 45–60. https://doi.org/10.56874/jurnal
Hasan, A. (1992). [Review of Review of Islamic Jurisprudence:, An International Perspective, by C. G. Weeramantry]. Islamic Studies, 31(3), 384–386.
Ilham. (2022, May 1). Catatan Kritis untuk Kriteria Imkan Rukyat yang Baru dari MABIMS. Muhammadiyah. https://muhammadiyah.or.id/2022/05/catatan-kritis-untuk-kriteria-imkan-rukyat-yang-baru-dari-mabims/
Ilyas, M. (1997). Astronomy of Islamic Calendar. A. S. Nordeen.
Isfihani, I. (2023). Hisab Rukyat Untuk Penentuan Awal Bulan Hijriah Dalam Al Qur’an Dan Al Hadis. Sanaamul Quran : Jurnal Wawasan Keislaman, 4(1), 1–23. https://doi.org/10.62096/tsaqofah.v4i1.50
Izzuddin, A. (2003). Fiqh Hisab Rukyah di Indonesia: Upaya Penyatuan Mazhab Rukyah dengan Mazhab Hisab. Logung Pustaka.
Muslim, A. H. M. bin H. bin. (1334). Al-Jami’ Al-Shahih Al-Muslim (Vol. 2). Dar Al-Thiba’ah al-’Amarah. https://shamela.ws/book/711/1399
Nasr, S. H. (1993). Islamic Science: An Illustrated Study. World Wisdom, Inc.
NF, M. S. (2022, April 1). Ini Alasan Kriteria Imkanur Rukyah Jadi 3 Derajat Tinggi Hilal dan 6,4 Derajat Elongasi. NU Online. https://nu.or.id/nasional/ini-alasan-kriteria-imkanur-rukyah-jadi-3-derajat-tinggi-hilal-dan-6-4-derajat-elongasi-CHNmU
Nur, Y. M., & Yuwono, A. A. (2025). Revolusi Ilmiah dalam Penentuan Awal Ramadhan: Studi Perbandingan Hisab dan Rukyah Teleskopik Berdasarkan Teori Thomas Kuhn. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(5), Article 5. https://jurnal.penerbitdaarulhuda.my.id/index.php/MAJIM/article/view/4122
Nursodik, N. (2018). Telaah Ayat-Ayat Hisab Rukyah Perspektif Astronomi. Al-Mizan (e-Journal), 14(1), Article 1. https://doi.org/10.30603/am.v14i1.930
Zufriani, Z. (2016). Hisab dan Rukyat Serta Pengaruhnya terhadap Kesatuan Umat Islam: Analisis Dampak dan Solusi. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 14(2), 1–38. https://doi.org/10.32694/qst.v14i2.1218
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Haeruman Jayadi, Zulfian Wanandi, Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


