Pendampingan Ekonomi Kreatif melalui Ecoprint di Desa Bojongkondang
DOI:
https://doi.org/10.59996/irajagaddhita.v1i1.99Keywords:
Kader PKK, seni, ecoprint, ekonomi kreatif, Desa BojongkondangAbstract
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keaktifan dan kekreatifan masyarakat terhadap seni yang terealisakan dalam Pendampingan Ekonomi Kreatif Bojongkondang Melalui Ecoprint yang meliputi: cara dan teknik pengolahan sampah organik menjadi karya seni, pelaksanaan lapangan teknik pengembangan sampah organik menjadi karya seni, pengendalian program lanjutan terkait pengembangan cara dan teknik dalam pengelolaan sampah organik menjadi karya seni, Kegiatan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Reasearch). Tim melakukan observasi sekaligus partisipasi ke setiap dusun dan kepada ibu-ibu Kader PKK yang ada di Desa Bojongkondang. Kemudian tim kembali melakukan aksi terjun lapangan dan berdiskusi kembali dengan para elemen yang ada di setiap dusun guna meningkatkan keaktifan dan kekreatifan terhadap seni bagi masyarakat Bojongkondang. Evaluasi kegiatan dilakukan selama empat minggu (satu bulan). Tim melakukan observasi berdasarkan setiap tahapan, mulai dari 3 Feberuari sampai 2 Maret 2023. Kegiatan ini dinilai berhasil karena kegiatan Pendampingan Ekonomi Kreatif Bojongkondang Melalui Ecoprint berlangsung lancar. Berdasarkan kegiatan ini, diperoleh bahwa kegiatan ecoprint merupakan salah satu kegiatan yang cocok dikembangkan di daerah pedesaan. Kegiatan ecoprint juga dapat meningkatkan kreativitas warga Desa Bojongkondang dengan memanfaatkan potensi alam yang ada. Selain itu, kegiatan ecoprint menambah kegiatan Komunitas Wanita ibu ibu kader PKK yang dapat meningkatkan perekonomian desa. Seluruh peserta pelatihan merespon secara positif kegiatan ini. Mereka beranggapan bahwa pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan dan keterampilan bagi mereka.
References
Arjana, G.B., (2016). Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Fadhil, S. (n.d.). Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Berbasis Pengetahuan dan Kearifan Lokal (Local Wisdom) di Kalimantan, 72–92. Retrieved from https://media.neliti.com/media/ publications/196010-ID-pengelolaan-sumber-daya-alam-dan-lingkun.pdf
Humphrey J, Mansell R, Paré D, Schmitz H (2003). Reality of E-Commerce with Developing Countries. London School of Economics, London, UK.
Husna, F. (2016). Eksplorasi Teknik Eco Dyeing dengan Tanaman sebagai Pewarna. In e-Proceeding of Art & Design (Vol. 3, pp. 280–293).
Nissa, R. & Widiawati, D. (2008). Pewarna Alami untuk Produk Fashion. Jurnal Tingkat Sarjana Bidang Senirupa Dan Desain, 1–7. Diakses dari http://jurnal-s1.fsrd.itb.ac.id/index.php/craft/article/ view/479/415
Nurfathiyah, P., Mara, A., Siata, R., & Farida, A. (2011). Pemanfaatan Video sebagai Media Penyebaran Inovasi Pertanian. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, (52), 30–36.
Pujilestari, T. (2015). Review: Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam untuk Keperluan Industri. Jurnal Dinamika Kerajinan dan Batik, 32(2), 93-106. Yogyakarta.
Sardjono (2010). Teknologi Pewarnaan Batik Zat Warna Alam. Yogyakarta: Balai Besar Kerajinan dan Batik. Sanjaya, Ridwan dan Josua Tarigan. (2009). Creative Digital Marketing. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.


