Penguatan Kapasitas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Polengan, Srumbung, Kabupaten Magelang Berbasis DESTANA

Authors

  • Yustirania Septiani Universitas Tidar
  • Nibras Anny Khabibah Universitas Tidar
  • Rr. Retno Sugiharti Universitas Tidar
  • Andini Ayuningtyas Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.59996/irajagaddhita.v2i1.353

Keywords:

LPMD, DESTANA, Tanggap Darurat, BPBD

Abstract

Penguatan Kapasitas LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa) Desa Polengan Kec. Srumbung berbasis DESTANA ini bertujuan untuk mensosialisasikan suatu metode atau cara untuk menanggulangi bencana yang mungkin bisa terjadi pada masyarakat di Desa Polengan. Karena Desa Polengan merupakan kumpulan pedukuhan yang terletak di kaki Gunung Merapi sebelah barat, kira-kira berada pada radius 11 Km dari puncak gunung. Sehingga menjadi Wilayah yang termasuk kawasan rawan bencana (KRB) III,. Kerawanan terutama terkait gunung berapi, wilayah KRB III (merah) yang merupakan kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik, gas beracun maupun guguran batu (pijar).  Adapun cara yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat menuju siaga bencana adalah dengan memperkuat kapasitasnya dalam hal Tanggap darurat yakni serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan (penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan berupa metode penyuluhan dengan menggandeng  Pemerintah desa Polengan , dan BPBD Kab. Magelang sebagai Narasumber, yang mengisi Kepala Pelaksana BPBD Kab. Magelang Edy Wasono, S.H beserta jajarannya. Sehingga LPBD Polengan mampu menjadi garda terdepan Ketika terjadi bencana terutama terkait gunung berapi dan kedepan mampu menginisiasi menjadi DESA TANGGAP BENCANA (DESTANA) di Desa Polengan, Srumbung, Muntilan Kabupaten Magelang.

References

BNBP. (2013). Pedoman Media Center Tanggap Darurat Bencana.

Ginting, H., & Simamora, P. (2020). Strategi komunikasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana pada kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana). Social Opinion: Jurnal Ilmiah Komunikasi, 5(2), 123–131. https://jurnal.darmaagung.ac.id/index.php/socialopinion/article/view/774

Hardiyanto, S., & Pulungan, D. (2019). Komunikasi Efektif Sebagai Upaya Penanggulangan Bencana Alam di Kota Padangsidimpuan. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1), 30–39. https://doi.org/10.30596/interaksi.v3i1.2694

Heryati, S. (2020). Peran Pemerintah Daerah Dalam Penanggulangan Bencana. Jurnal Pemerintahan Dan Keamanan Publik (JP Dan KP), 2(2), 139–146. https://doi.org/10.33701/jpkp.v2i2.1088

Hidayatullah, S., Aristanto, E., Khouroh, U., Windhyastiti, I., & Graha, A. N. (2020). Pendampingan Kelembagaan Desa Tangguh Bencana (Destana) pada Desa Rawan Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Kelud di Kecamatan Kasembon. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 5(1). https://doi.org/10.21067/jpm.v5i1.4152

IDEP, Y. (2007). Penanggulangan bencana berbasis masyarakat : berisi keterangan yang jelas untuk sebelum, saat, sesudah bencana : panduan umum.

Monardo, D. (2022). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024 Rencana Nasional.

Putra, I. W. K. E., & Diatmika, I. P. G. (2019). Rintisan Desa Tangguh Bencana (Destana) Di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 4(2), 161–166. https://doi.org/10.23887/jiis.v4i2.16531

Solikhah, M. M., Krisdianto, M. A., & Kusumawardani, L. H. (2020). Pengaruh Pelatihan Kader Tanggap Bencana Terhadap Kesiapsiagaan Bencana. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 10(04), 156–162. https://doi.org/10.33221/jiiki.v10i04.800

Trirahayu, T. (2016). Manajemen Bencana Erupsi Gunung Merapi Oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman Merapi Eruption Disaster Management By Sleman Regional Disaster Management Agency. 5(9), 1–14. http://www.litbang.

Downloads

Published

2024-03-11