Analisis Anggaran Belanja Negara Perspektif Maqasid Syariah (APBN Tahun 2019-2022)

Authors

  • Putri Ana Institut Agama Islam Muhammad Syafiuddin Sambas
  • Gina Sonia Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

DOI:

https://doi.org/10.59996/al-fiqh.v2i1.343

Keywords:

Maqasid Syariah, Anggaran Pendapatan Belanja Negara, Pembangunan Ekonomi Islam, Ksejahteraan sosial

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan anggaran belanja negara yang sesuai dengan maqasid syariah dengan melihat perbandingan realisasi belanja negara berdasarkan fungsi. Penelitian menggunakan data sekunder dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dari tahun 2019-2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan belanja negara belum mewakili maqasid asy-syari'ah saat ini atau masih berada pada tingkat yang moderat. Dengan menggabungkan hirarki maqasid syariah yang ada, kita dapat melihat bahwa Pemeliharaan Jiwa (hifdzu an-nafs) menempati urutan pertama dengan anggaran sebesar 4,25 trilyun rupiah, diikuti oleh Pemeliharaan Harta (hifdzu al-mal) dengan anggaran sebesar 2,05 trilyun rupiah, Pemeliharaan Agama (hifdzu ad-din) dengan anggaran sebesar 1,47 trilyun rupiah, Pemeliharaan Akal (hifdzu al-aql) Rp.827,7 miliar dan Pemeliharaan Keturunan (hifdzu an-nasl) dengan total anggaran Rp.73,6 miliar.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif. CV.Syakir Media Press.

Az-Zuhayli, W. (1995). Zakat Kajian Berbagai Mazhab (terj. Agus Effendi dan Bahruddin Fannany). Rosdakarya.

Chapra, M. U. (2000). Islam dan Tantangan Ekonomi. Gema Insani.

Darras, A. (1990). Al-Naba’ Al-Azim. Al-Sa’adah.

Fitria. (2011). Pandangan Fitria atas RAPBN 2011: Merentas APBN untuk Sebesar-Besarnya Kemakmuran Rakyat.

Fitriyah, S., & Fauzy, Moh. Q. (2017). Politik Anggaran Pemerintah Daerah Persfektif Maqasid Syariah: Studi Analisis Sektoral Pada APBN Kabupatem Bangkalan Tahun 2013-2015. Urnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 4(10), 789.

Helim, A. (2019). Maqāṣid Al-Sharī‘Ah Versus Uṣūl Al-Fiqh. Pustaka Pelajar.

Hidayani. (2019). Mempertimbangkan Tingkat Maqasid Asy-Syari’ah Dalam Penentuan Anggaran Belanja Pemerintah (Evaluasi Terhadap APBN 2008-2013). Jurnal La Riba: Jurnal Perbankan Syariah, 1(1), 28.

Jaelani, A. (2018). Sistem Anggaran Berbasis Kinerja pada APBN di Indonesia Perspektif Ekonomi Islam. Al-Amwal, 10(4), 133.

Kusumawijaya, H., dkk. (2020). Menakar Gagasan dan Kerangka Konseptual Penyusunan Rancangan APBN Berbasis Syariah. Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 4.

Maftukhatusolikhah. (2015). Mempertimbangkan Tingkat Maqasid Asy-Syari’ah Dalam Penentuan Anggaran Belanja Pemerintah (Evaluasi Terhadap APBN 2008-2013). Jurnal Intizar, 21(1), 32–33.

Mardiasmo. (2009). Akuntansi Sektor Publik. Andi Yogyakarta.

Munandar. (2012). Budgeting: Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja dan Pengawasan Kerja (Edisi Kedua). BPFE.

Rahayu, A. S. (2010). Pengantar Kebijakan Fiskal. Bumi Aksara.

Rahmadi. (2011). Pengantar Metodologi Penelitian. Antasari Press.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004. (Pasal 12, Ayat (1)). Tentang Perbendaharaan Negara.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003. (Pasal 3, Ayat (4)). Tentang Keuangan Negara.

Downloads

Published

2024-02-06