Pertanggungjawaban Perusahaan atas Kegagalan Pemberangkatan Jemaah Umrah Perspektif UU PIHU

Authors

  • Cut Intan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Cahaya Permata Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.59996/al-fiqh.v4i3.1272

Keywords:

Departure Failure, Umrah Pilgrims, Corporate Liability, Legal Protection, Law on the Organization of Hajj and Umrah Pilgrimages

Abstract

The provision of Umrah pilgrimage services requires accountability and professionalism from Umrah travel organizers (PPIU). However, cases in which organizers fail to arrange pilgrims’ departures continue to occur, resulting in both pecuniary and non-pecuniary losses. This study aims to examine and analyze the liability of Umrah travel organizers for such failures, identify the contributing factors, and assess the forms of legal protection available under Law No. 8 of 2019 on the Organization of Hajj and Umrah Pilgrimages, as amended by Law No. 14 of 2025. This study employs a normative legal research method with statutory and conceptual approaches. The legal materials comprise primary and secondary sources, collected through library research and analyzed qualitatively to draw systematic conclusions regarding the issues examined. The findings indicate that Umrah travel organizers that fail to arrange pilgrims’ departures must bear liability in accordance with Law No. 8 of 2019, including refunds and compensation, and may be subject to administrative and criminal sanctions where violations are established. Legal protection for pilgrims is provided through provisions governing the rights and obligations of Umrah organizers, government oversight mechanisms, and dispute resolution measures intended to ensure legal certainty and protect affected pilgrims.

References

Afifah, F., & Hidayat, R. (2024). PENGATURAN RETUR BARANG OLEH PIHAK EKSPEDISIPADA APLIKASI SHOPEE PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH. 8(3). 1006.

Alfin, R. M., & latumahina, R. E. (2024). Perlindungan hukum terhadap konsumen agen travel atas kegagalan keberangkatan haji dan umrah. 3(2). 156.

Amha, S. A. J., & Aan Azwari. (2024). Analisis dan tanggung jawab biro travel umrah atas kegagalan pemberangkatan jemaah umrah kota Makassar (studi kasus travel PT Global Tours). 1(1). 18-19.

Aryet, A. F., & Harahap, A. R. (2025). Perlindungan Konsumen terhadap Helm Non-SNI dalam Perspektif Maqashid Syariah: Studi Kasus di Kecamatan Medan Perjuangan. 6(1). 19.

Faisal. (2024). Problematika penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dan penyelenggaraan ibadah haji khusus Menurut perspektif peraturan Perundang-undangan.

Fawwaz, A. F., & Muliya, L. S. (2023). Kerugian jemaah haji furoda atas gagal berangkat haji dan tanggung jawab hukum biro perjalanan haji khusus berdasarkan buku lll kuhperdata dihubungkan dengan undang-undang no 5 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. 3(1). 4-5.

Fildiansyah, Basneldi & Hermawan. (2020). The impalt of Covid 19 on the umrah and hajj business plus in cast Jakarta. 2(2). 175

Hans Kelsen. (1945). Gemeral Theory Of Law And State (A. Wedberg, Trans.). Harvard University Press. http://archive.org/details/in.ernet.dli.2015.275056

Hikmah, A. F., Chanifah, N., & Widhiyanti, H. N. (2024). Urgensi Pengaturan Bentuk Perjanjian Tertulis Antara Biro Penyelenggara Umrah Dengan Jemaah Umrah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 8(3), 272–282. https://doi.org/10.17977/um019v8i3p272-282

Hikmah, N. C., & Hanif, N. W. (2023). Urgensi pengaturan bentuk perjanjian tertulis antara biro penyelenggara umrah dengan jemaah umrah. 8(1). 274-276.

HIMPUH. (2023). Kemenag Temukan 29 Masalah Penyelenggaraan Umrah di Tahun 2023, Ini Daftarnya! HIMPUH. https://himpuh.or.id/blog/detail/1100/kemenag-temukan-29-masalah-penyelenggaraan-umrah-di-tahun-2023-ini-daftarnya

HimpuhNews. (2026). Data Terbaru Jumlah PPIU-PIHK di indonesia, Lengkap dengan sebaarannya.

https://dki.kemenag.go.id/page/layanan-izin-pendirian-penyelenggara-perjalanan-ibadah-umrah-ppiu

https://jdih.ppatk.go.id>dokumen_produk_hukum

https://rechtsvinding.bphn.go.id/articles/908

https://www.suara.com/news/2026/05/30/112618/ribuan-calon-jemaah-umrah-hanania-travel-gagal-berangkat-negara-diminta-hadir-sesuai-uu-terbaru

Indonesia, P. P. (2007). Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Database Peraturan | JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39965/uu-no-40-tahun-2007

Indonesia, P. P. (2019). Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Database Peraturan | JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/106346/uu-no-8-tahun-2019

Indonesia, P. P. (n.d.). Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Retrieved May 27, 2024, from https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/kitab-undang-undang-hukum-dagang/detail

Indonesia, P. P. R. (1999). UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Database Peraturan | JDIH BPK. http://peraturan.bpk.go.id/Details/45288/uu-no-8-tahun-1999

Kemenag. (2023). Layanan Izin Pendirian Penyelenggara Perjalanan Ibadah haji dan Umrah (PPIU).

Latif, U., & M. A. hidayat. (2024). Tinjauan yuridis uu no.8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah oleh Kemenag kabupaten sorong. 4(1). 61.

M Abdulkadir. (1999). Hukum perusahaan Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Miru A. (2011).Prinsip-prinsip Hukum Perlindungan Konsumen Di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Noviansah, W. (2026). Cerita Joko Kandas Berangkatkan Mertua Umrah Usai Ditipu Hanania Travel. detiknews. https://news.detik.com/berita/d-8510422/cerita-joko-kandas-berangkatkan-mertua-umrah-usai-ditipu-hanania-travel

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Pratama, I. P., Wisnaeni, F., & Cahyaningtyas, I. (2021). Tanggung Jawab Notaris Terhadap Kewajibannya Dalam Hal Pembacaan Akta. Notarius, 14(2), 809–817. https://doi.org/10.14710/nts.v14i2.43806

Raharjo, & B. Istiansyah. (2026). Ribuan calon jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Dimintai Hadir sesuai UU Terbaru.

Raharjo, D. B., & Isdiansyah, B. (2026). Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru! suara.com. https://www.suara.com/news/2026/05/30/112618/ribuan-calon-jemaah-umrah-hanania-travel-gagal-berangkat-negara-diminta-hadir-sesuai-uu-terbaru

S Husei, M. S., & Zulham. (2023). TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KETIADAAN LABEL PERINGATAN BAHAYA PADA ROKOK ELEKTRIK BERDASARKAN UU PERLINDUNGAN KONSUMEN. 5(4). 4777.

Sadi M. (2024). Hukum perusahaan di Indonesia. Jakarta: kencana.

Safar, & yahyanto. (2025). Tinjauan hukum tanggung jawab penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) atas keberangkatan jemaah transgender. 8(1). 673-676.

Saputra, Ayid. R., & A.A. (2025). Tanggung jawab hukum perdata travel smarthajs atas kegagalan pemberangkatan jemaah umrah. 2(3).

Siregar, W. P. H., & Permata, C. (2023). Analisis Hukum Terhadap Klausula Eksonerasi pada Nota Laundry di Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi Perspektif Wahbah Az-Zuhaili. 5(1), 217.

Tanjung, A. S., & Zahara, F. (2026). Perlindungan Konsumen terhadap Penyalahgunaan Barcode dalam Pembelian BBM Bersubsidi menurut Fatwa DSN-MUI No. 110/DSN-MUI/IX/2017. 15(1). 2.

Terrance, J. J., Diana. P. Dkk. (2023). Tanggung Jawab PT. First Anugerah Karya Wisata First Travel Terhadap Korban. 9(3). 277-279.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 Tentang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah.

Yulius, M. D., & Alfin. A. (2026). Analisis tanggung jawab travel haji dan umrah atas resiko penundaan pemberangkatan jemaah umrah di PT. Shafwah wisata mandiri (smart umroh) cabang agam. 10,(5). 48-49.

Zulham. (2013). Hukum Perlindungan Konsumen (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-10-27