Pelaksanaan Hak dan Kewajiban dalam Praktik Nikah Gantung

Studi Kasus di Desa Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Tinjauan Kompilasi Hukum Islam)

Authors

  • Uswatun Hasanah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Zulkifli Nas Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59996/al-fiqh.v4i2.1150

Keywords:

Nikah gantung, marital rights and obligations, Compilation of Islamic Law, Islamic law

Abstract

This study examines the fulfillment of marital obligations and rights in the practice of nikah gantung in Pekan Tanjung Beringin Village, Serdang Bedagai Regency, as viewed through the lens of the Compilation of Islamic Law. Issues arise because, in the practice of nikah gantung, the fulfillment of marital rights and obligations is postponed indefinitely. This situation has sparked debate within Islamic law regarding the compatibility of the nikah gantung practice with the purposes of marriage, particularly concerning the fulfillment of financial support, protection, and cohabitation following the marriage contract. This study aims to examine the concept of nikah gantung according to Islam and the Compilation of Islamic Law (KHI), the factors underlying the practice, and an analysis of the fulfillment of the rights and obligations of husbands and wives. The research method used was qualitative research with an empirical-juridical approach through interviews and documentation. The results show that the practice of suspended marriage is legally valid under Islam if the pillars and conditions of marriage are fulfilled; however, in practice, the husband’s obligations toward his wife are often not fully met particularly regarding financial support and housing thereby potentially creating inconsistencies with the provisions of the Compilation of Islamic Law.

References

Afrinal. (2023). Pemenuhan Hak Nafkah Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Implementasinya di Kalangan Jama’ah. Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 8(2). https://uinib.ac.id

Agza, M. C. (2018). Praktik Kawin Gantung Di Desa Cipaeh Serdang Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang. Bachelor’s Thesis, Fakultas Syariah Dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Alfan, Y. I. (2020). Hak Nafkah Istri yang Bekerja Menurut Pandangan Kiai Krapyak. Al-Maslahah: Jurnal Ilmu Syariah, 16(2), 216–234. https://doi.org/10.24260/al-maslahah.v16i2.1743

Al-Nawawi. (n.d.). Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab. Dar al-Fikr.

Amalia, T. (2020). Pemenuhan Hak-Hak Anak Dalam Perkawinan Gantung Perspektif Hukum Islam Dan Hak Asasi Manusia (di desa Cipaeh Serdang Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang). Bachelor’s Thesis, Fakultas Syariah Dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Amelia, T. (2025). Istri yang melakukan nikah gantung:wawancara.

Armia, & Nasution, I. (2019). Pedoman Lengkap Fikih Munakahat. Prenada Media Group.

Asyrofulmuttaqin, A., & Nasution, M. S. A. (2023). Tinjauan Yuridis Kawin Gantung Masyarakat Melayu Desa Dahari Indah Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1721–1736. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3470

Azkia, N. (2025). PROHIBITION OF COHABITATION FOR HUSBAND AND WIFE BEFORE WALIMATUL ‘ URSY IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW : BETWEEN SHARIA PROVISIONS AND CUSTOMARY. Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 24(2). https://doi.org/10.18592/albanjari.v24i2.17876

Christian, G. A., T, A. A., & Nuranalina, T. F. (2025). Legal Gap Antara Hukum Positif Dan Hukum Adat Dalam Praktik Perkawinan Gantung Di Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(12.D), 75–84.

Darmawan. (2021). Nafkah Sebagai Konsekuensi Logis Pernikahan. Al-Hukama’: The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 10(2), 218–242. https://doi.org/10.15642/alhukama.2020.10.2.218-242

Devana, V., & Suswandari, S. (2023). Jurnal Dinamika Sosial Budaya Upacara Kawin Gantung di Masyarakat Cipaeh Serdang Kecamatan Gunung Kaler Banten. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), 34–40.

Faishol, I. (2020). Implementasi Pencatatan Perkawinan di Indonesia (Studi atas Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974). Ulumul Syar’i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum Dan Syariah, 8(2), 1–25. https://doi.org/10.52051/ulumulsyari.v8i2.53

Hasri, N. (2025). istri yang melakukan nikah gantung: Wawancara.

Hidayat, R. E., & Fathoni, M. N. (2022). Konsep Nafkah Menurut Muhammad Syahrur dan Kompilasi Hukum Islam. Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2). https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah.v2i2.6139

Hidayat, Y., & Mubasir, A. (2023). Tinjauan Fikih Munakahat Madzab Imam Syafi’i terhadap Istri yang Tidak Patuh kepada Suami Dikarenakan Tidak Memberi Nafkah. El ’Aailah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga, 2(1). https://doi.org/10.59270/aailah.v2i1.144

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, , Pasal 77, Pasal 80, dan Pasal 83. (1991).

Johansyah, J. (n.d.). Praktik “Kawin Gantung”(Studi Kasus Etnik Madura di Desa Baliangin Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar). 2021.

Kemenag RI. (2018). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Kemenag RI.

Mahbubi & Habibullah. (2024). Hibah Waris Sebagai Solusi Pembagian Harta Waris Perspektif Maqashid Syariah. Al-Fattāḥ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 1(1), 1–16.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis (R. Holland, Ed.; 2nd ed.). SAGE Publications, Inc.

Mufida Halimah. (2025). istri yang melakukan nikah gantung: Wawancara.

Nazri Azizan. (2025). Suami yang melakukan nikah gantung: Wawancara.

Nur, F. (2025). istri yang melakukan nikah gantung: Wawancara.

pohan, N. linardo, Yogi rananta. (2023). MU’ASYARAH BIL MA’RUF : ETIKA PERGAULAN SUAMI ISTRI DALAM PERSPEKTIF AL QURAN. Jurnal Landraad, (Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi September 2023), 73–81.

Prasetyo, A. (2025). suami yang melakukan nikah gantung: Wawancara.

Qudamah, I. (n.d.). Al-Mughni (9th ed.). Dar al-Fikr.

Rusyd, I. (n.d.). Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

Sahrul. (2025). Tokoh masyarakat Desa Pekan Tanjung Beringin.

Saputra, I. (2024). Hak Kewajiban Suami Istri Menurut Kompilasi Hukum Islam. Journal of Islamic Economics and Finance, 1(2). https://doi.org/10.70248/joieaf.v1i2.1584

Subairi, & Anwar, A. (2023). Penundaan Hidup Bersama Pasca Pernikahan Dibawah Tangan Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus Santri Pondok Pesantren Nurul Huda. Al-Qawaid: Journal of Islamic Family Law, 1(2), 38–45. https://doi.org/10.52491/qowaid.v1i2.86

Sugiyono, S. (2022). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Widodo, J., Arifudin, A., & Azka R, M. W. (2026). Perlindungan Hukum terhadap Hak Istri dan Anak dalam Hukum Islam dan Hukum Positif serta Dampak Perceraian Dini. LexIslamica: A Multidisciplinary Approach to Islamic Law and Its Contemporary Applications, 2(09). https://ejournal.bamala.org/index.php/lexi/article/view/784

Zuhailī, W. al-. (2014). Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh (Vol. 9). Dār al-Fikr.

Downloads

Published

2026-07-14