Harmonisasi Regulasi Pengawasan OJK dan Fatwa DSN-MUI dalam Pencegahan Praktik Pinjaman Online Ilegal

Authors

  • U. Sulia Sukmawati Universitas Tanjungpura

Keywords:

Regulatory Harmonization, Illegal Online Loans, Financial Services Authority, DSN-MUI Fatwa, Consumer Protection

Abstract

This study aims to comprehensively analyze the convergence and harmonization between positive legal instruments—specifically the Law on the Development and Strengthening of the Financial Sector (UU P2SK), Government Regulation Number 5 of 2023, and Financial Services Authority Regulation (POJK) Number 40 of 2024—and the ethical-theological framework outlined in the National Sharia Board of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) Fatwa Number 117/DSN-MUI/II/2018 and the 2021 Indonesian Ulema Council Ijtima Decision. Using a normative juridical research method with statutory and conceptual approaches, this article elaborates that the current state authority tends to be trapped in reactive-administrative enforcement and overlapping investigation authorities, while the sharia approach offers a very strong preventive-ethical basis but lacks executory coercive power. The results show that harmonizing these two regimes can create an ideal multi-layered protection framework. Billing ethics strictly prohibited by MUI (such as exposing disgrace and intimidation) find their absolute criminal justification channels through the Personal Data Protection Law (UU PDP) and UU P2SK. In conclusion, the integration of maqashid sharia values into OJK's operational compliance standards, combined with the strengthening of inclusive financial literacy through socio-religious infrastructure and the revitalization of Sharia Cooperatives as a safe haven, is the most essential strategy in mitigating and eradicating the illegal pinjol ecosystem in Indonesia.

References

Admin. (2021, November 12). Crypto hingga Pinjol Dinyatakan Haram Oleh Fakta Putusan MUI. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UMSU. https://feb.umsu.ac.id/crypto-hingga-pinjol-dinyatakan-haram-oleh-fakta-putusan-mui/

adminprolegal. (2025, February 27). OJK Terbitkan Aturan Baru Pinjol, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Pelaku Usaha? Prolegal. https://prolegal.id/ojk-terbitkan-aturan-baru-pinjol-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan-pelaku-usaha/

Akobiarek, S. H., Pungus, K. R., Kusuma, R. A., Mulya, C. A. A., & Aprilia, I. (2025). Sanksi bagi Penyelenggara Pinjaman Daring Legal yang Tidak Mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik, 3(2), 01–12. https://doi.org/10.51903/jaksa.v3i2.2487

Azzahidi, M. R., & Parhi, N. Z. (2023). Analisis Kepatuhan Akad Baku Peer to Peer Lending Syariah terhadap Fatwa DSN MUI Nomor 117 DSN-MUI/II/2018 (Studi Kasus pada PT. Qazwa Mitra Hasanah) | MANAZHIM. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/manazhim/article/view/2723

Bachriani, R. D. (2022). KAJIAN YURIDIS PINJAMAN ONLINE MENURUT HUKUM ISLAM. Smart Law Journal, 1(2), 97–111.

Fatmawati, Iswandi, H., Bulutoding, L., & Wahab, A. (2025). PINJAMAN ONLINE ILEGAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, 6(2), 487–496. https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.vi.54830

Fatwa 1 1 TIDSN-MUI/II|Z}I9, Pub. L. No. NO: 11 TIDSN-MUI/II|Z}I9, 14 (2018).

Fauzi, R., Habibullah, A. R., Raihansyah, M. A., & Hartati, S. Y. (2025). LAYANAN PENDANAAN BERSAMA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH. Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(3), 1–10. https://doi.org/10.6679/qhzkqz08

Hadrianto;, M. S. (2021). Analisis Pelaksanaan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah Pada Perusahaan Fintech Syariah. Fakultas Hukum Unpatti. (Ambon). https://opac.fhukum.unpatti.ac.id/index.php?p=show_detail&id=8989

Hidayat, E. R., Siswajanthy, F., Kusnadi, N., Zur’ain, M. I., & Kurniawan, M. R. (2025). Perlindungan Hukum bagi Korban Pinjaman Online Ilegal di Indonesia. IQRAR: Jurnal Akuntansi, Manajemen & Ekonomi Syariah, 1(2), 97–103. https://doi.org/10.61104/iqrar.v1i2.3657

Indonesia, P. P. (2026). Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Database Peraturan | JDIH BPK. http://peraturan.bpk.go.id/Details/350166/uu-no-4-tahun-2026

komdigi.go.id. (2025, June 4). Kementerian Komunikasi dan Digital. https://www.komdigi.go.id/berita/artikel/detail/judol-dan-pinjol-ilegal-dua-entitas-pengancam-generasi-muda-di-era-digital

Maningkas, P. S., Koesoemo, A. T., & Bawole, H. Y. (2025). PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DI SEKTOR JASA KEUANGAN ILEGAL MENURUT PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2023. LEX PRIVATUM, 15(3). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/61143

Marieta, W. (2025, March 25). Aturan Lama LPBBTI Dicabut Seluruhnya dan Digantikan Dengan POJK 40/2024: Ini Hal yang Wajib Diketahui Pelaku Usaha. Marieta Mauren. https://www.marietamauren.id/news/aturan-lama-lpbbti-dicabut-seluruhnya-dan-digantikan-dengan-pojk-402024-ini-hal-yang-wajib-diketahui-pelaku-usaha

Nopriansyah, W., & Wafi, N. S. (2024). Literasi Keuangan Digital: Bahaya dan Dampak Pinjaman Online Ilegal Bagi Mahasiswa. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 5(1), 421–432. https://doi.org/10.36908/akm.v5i1.1118

Nurapipah, W. A., & Abdullah, M. N. A. (2024). TABUNGAN CINTA YANG PECAH: DAMPAK DAN RISIKO PERCERAIAN AKIBAT PINJAMAN ONLINE TANPA SEPENGETAHUAN PASANGAN. SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, Dan Budaya Nusantara, 3(1), 49–59. https://doi.org/10.55123/sabana.v3i1.3345

OJK. (2023). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Database Peraturan | JDIH BPK. http://peraturan.bpk.go.id/Details/302699/peraturan-ojk-no-22-tahun-2023

OJK. (2024). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. https://ojk.go.id/id/regulasi/Pages/POJK-40-Tahun-2024-Layanan-Pendanaan-Bersama-Berbasis-Teknologi-Informasi.aspx

OJK. (2025a). Edukasi Konsumen. OJK.

OJK. (2025b, June 19). Satgas PASTI Blokir 507 Aktivitas dan Entitas Keuangan Ilegal Minta Masyarakat Waspadai Penipuan yang Semakin Marak. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Satgas-PASTI-Blokir-507-Aktivitas-dan-Entitas-Keuangan-Ilegal-Minta-Masyarakat-Waspadai-Penipuan-yang-Semakin-Marak.aspx

OJK. (2026). Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol Ilegal dan Penawaran Investasi Ilegal. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Satgas-Pasti-Hentikan-953-Entitas-Pinjol-Ilegal-Dan-Penawaran-Investasi-Ilegal-Mei-2026.aspx

Pratama, M. A. Y. (2025). PINJAMAN ONLINE SYARIAH SEBAGAI ALTERNATIF ATAS MARAKNYA PINJAMAN ONLINE ILEGAL: Analisis Konseptual dan Regulasi di Indonesia. MAQASHID, 8(1), 41–56. https://doi.org/10.35897/maqashid.v8i1.1890

Randhy, M., Nurhandayani, P., Pratama, A., & Sari, E. K. (2024). Pengaruh Budaya Hukum Terhadap Praktik Pinjaman Online Ilegal di Indonesia. JURNAL HUKUM STAATRECHTS, 7(2), 95–106. https://doi.org/10.52447/sr.v7i2.7912

Setiawati, R., Aprilian, A. F., Wibisono, F., & Sufiarina, S. (2024). Akibat Hukum dan Risiko Perceraian dalam Kasus Pinjaman Online Tanpa Izin Pasangan. Jurnal Global Ilmiah, 1(5), 341–346. https://doi.org/10.55324/jgi.v1i5.57

Sularno, M., & Akbar, M. A. (2023). Pinjaman Online dalam Fikih Muamalah: Menganalisis Implikasi Fatwa DSN-MUI No. 117/Dsn-MUI/IX/2018. Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial, 4(2), 186–200. https://doi.org/10.58326/jurnallisyabab.v4i2.191

Sutrisno, Puspitosari, H., & Waluyo. (2026). Sosialisasi Hukum: Melindungi Keluarga Dari Bahaya Pinjaman Online Ilegal Di Kelurahan Babat Jerawat. VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 01–09.

Syifa, A. R., & Adam, R. C. (2024). Perlindungan Data Pribadi Nasabah Peminjam dalam Layanan Pinjaman Meminjam Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Hukum Perlindungan Data Pribadi. UNES Law Review, 7(2), 683–694. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i2.2352

Theresa, G., & Marlyna, H. (2024). Pelindungan Data Pribadi pada Layanan Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi Pasca Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(2), 227–258. https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no2.1631

Virgiany, M., Tang, V., & Ginting, R. (2025, February 3). OJK makes changes to Indonesia’s peer-to-peer lending sector. HBT. https://www.hbtlaw.com/insights/2025-02/ojk-makes-changes-indonesias-peer-peer-lending-sector

Wulandari, S. T., & Nasik, K. (2019). Tinjauan Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah Dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018: (Studi Kasus Danasyariah.id). Madinah: Jurnal Studi Islam, 6(2), 205–218. https://doi.org/10.58518/madinah.v6i2.1303

Zahra, S., & Ribawati, E. (2025). Penguatan Literasi Keuangan Syariah melalui Lembaga Keuangan Syariah sebagai Upaya Pencegahan Praktik Fintech Ilegal di Indonesia. Kajian Ekonomi Dan Akuntansi Terapan, 2(4), 65–79. https://doi.org/10.61132/keat.v2i4.1790

Downloads

Published

2026-04-27