Aksioreligia http://glorespublication.org/index.php/aksioreligia <p>The studies on Islam is never out of date. New thoughts on the repertoire of knowledge in Islam are urgently needed and are still open to conduct. In response to increasingly dynamic facts and trends in Islamic studies, we present the Islamic study journal <strong>Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman</strong> published by CV Global Research Publication, a publisher that dedicates to disseminating the results of studies and research in various scientific fields. <strong>Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman</strong><strong> </strong>is a scientific journal that focuses on publications in the fields of Islamic studies such as Islamic law, sharia economics, Islamic education, sharia accounting, Islamic astronomy, Islamic history and culture, da'wah science, the science of interpretation and hadith, Islamic Philosophy, and other Islamic studies. <strong>Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman</strong><strong> </strong>publishes issues twice a year in April and October. The language of the article used is in Bahasa Indonesian and English.</p> CV Global Research Publication en-US Aksioreligia 2986-6030 Kontroversi Euthanasia: Perspektif Islam, Hukum Indonesia, dan Kajian Etika Kedokteran http://glorespublication.org/index.php/aksioreligia/article/view/688 <p><em>Euthanasia</em>, atau "mati dengan tenang," memicu perdebatan multidimensional di bidang medis, hukum, dan agama. Dalam Islam, <em>euthanasia</em> aktif dan pasif dipandang sebagai pelanggaran terhadap prinsip kehidupan sebagai amanah Allah. Dari perspektif hukum positif Indonesia, tindakan ini dikategorikan sebagai tindak pidana berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila serta hak hidup yang dijamin dalam UUD 1945. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan hukum Islam dan hukum positif terhadap <em>euthanasia</em>, serta tanggung jawab hukum profesi medis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan ulama dan tenaga medis. Temuan menunjukkan bahwa baik hukum Islam maupun hukum positif di Indonesia secara tegas melarang <em>euthanasia</em>, meskipun dilema etis di kalangan medis tetap muncul. Penelitian ini diharapkan memperkaya diskusi mengenai <em>euthanasia</em> dalam konteks hukum, etika, dan agama.</p> Nurul Azizah Putri Aprilyana Idi Amin Kurniati Copyright (c) 2025 Nurul Azizah, Putri Aprilyana Idi Amin, Kurniati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-05-12 2025-05-12 3 1 1 13 10.59996/aksioreligia.v3i1.688 Efektivitas Menonton Channel Youtube Murottal Ammar TV Terhadap Minat Membaca Al-Qur’an http://glorespublication.org/index.php/aksioreligia/article/view/740 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek menonton channel YouTube Murottal Ammar TV terhadap minat membaca Al-Qur’an siswa kelas XI Agama MAN Batu Bara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental jenis One Group Pretest-Posttest Design. Sebanyak 39 siswa dijadikan responden. Instrumen penelitian berupa angket minat membaca Al-Qur’an, sedangkan perlakuan yang diberikan adalah kegiatan menonton konten Murottal dari channel Ammar TV. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test. Penelitian ini didasarkan pada teori kultivasi, yang menyatakan bahwa media memiliki pengaruh jangka panjang terhadap sikap dan perilaku audiens. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai thitung (-4,104) &lt; ttabel (-2,026) dengan taraf signifikansi 0,00 &lt; 0,05, yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menonton channel YouTube Murottal Ammar TV berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan minat membaca Al-Qur’an siswa kelas XI Agama MAN Batu Bara.</p> Ramadhan Maulana Copyright (c) 2025 Ramadhan Maulana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-05-28 2025-05-28 3 1 14 29 10.59996/aksioreligia.v3i1.740 Dialektika Otoritas Keagamaan dan Ilmu Pengetahuan dalam Penetapan Awal Bulan Kamariah http://glorespublication.org/index.php/aksioreligia/article/view/769 <p>Penetapan awal bulan kamariah dalam kalender hijriah merupakan isu krusial dalam kehidupan keagamaan umat Islam yang memengaruhi pelaksanaan ibadah-ibadah utama seperti puasa Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika epistemologis, institusional, dan sosial di balik konflik antara metode rukyat (pengamatan visual) dan hisab (perhitungan astronomi), serta mengeksplorasi berbagai model harmonisasi yang berkembang di negara-negara Muslim seperti Indonesia, Arab Saudi, dan Turki. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan metode tersebut tidak hanya mencerminkan pertentangan antara wahyu dan rasio, tetapi juga melibatkan aspek otoritas keagamaan, legitimasi syar’i, dan tantangan politik serta budaya. Upaya harmonisasi seperti kriteria imkanur rukyat MABIMS dan gagasan Kalender Hijriah Global menunjukkan arah menuju integrasi antara sains dan syariat, meskipun masih menghadapi hambatan struktural. Penelitian ini menekankan pentingnya dialog lintas disiplin antara ulama dan ilmuwan demi tercapainya sistem kalender Islam yang seragam, ilmiah, dan tetap otentik secara keagamaan.</p> Haeruman Jayadi Zulfian Wanandi Kurniawan Copyright (c) 2025 Haeruman Jayadi, Zulfian Wanandi, Kurniawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-07-02 2025-07-02 3 1 30 39 10.59996/aksioreligia.v3i1.769 Kaidah yang Berkaitan dengan Talak http://glorespublication.org/index.php/aksioreligia/article/view/801 <p>Perceraian (talak) dalam Islam merupakan isu penting yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kaidah-kaidah fikih yang mengaturnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menelaah ulang konsep talak tidak hanya sebagai tindakan hukum, tetapi juga sebagai solusi sosial yang bersifat darurat. Rumusan masalah yang diangkat mencakup bagaimana hukum asal talak dalam Islam menurut kaidah fikih, apa saja syarat sahnya talak dari sisi pelaku dan bagaimana bentuk pengucapan talak memengaruhi implikasi hukumnya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menelaah literatur primer dan sekunder, seperti kitab fikih, jurnal akademik, dan dokumen keislaman lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum asal talak adalah terlarang dan hanya dibolehkan dalam kondisi darurat (kaidah pertama), talak hanya sah jika dijatuhkan oleh suami yang baligh dan berakal (kaidah kedua), bentuk dan lafaz talak menentukan efek hukumnya sesuai ketentuan syariat (kaidah ketiga). Dengan menganalisis ketiga kaidah ini, penelitian ini menyimpulkan bahwa syariat Islam menetapkan batas dan syarat ketat terhadap praktik talak untuk menjaga maqāṣid al-syarīʿah, khususnya perlindungan terhadap keluarga dan keadilan dalam relasi pernikahan.</p> Jamilah Rizka Amar Adly Heri Firmansyah Copyright (c) 2025 Jamilah Rizka, Amar Adly, Heri Firmansyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-07-02 2025-07-02 3 1 40 51 10.59996/aksioreligia.v3i1.801 Relevansi Nilai-nilai Aswaja dalam Membentuk Karakter Pelajar di Era Digital http://glorespublication.org/index.php/aksioreligia/article/view/765 <p>The digital era has changed human behavior in learning, interacting, and obtaining information. Various challenges arise, such as declining ethics in digital communication, the spread of unverified information, and the erosion of moral values due to the influence of global culture. This study aims to analyze the relevance of the values of <em>Ahlussunnah wal Jama'ah</em> (ASWAJA) in shaping the character of students in the digital era. The approach used is a qualitative approach with a literature study method. The results of the study indicate that the main values of ASWAJA such as <em>tawassuth</em> (moderate), <em>tasamuh</em> (tolerant), <em>tawazun</em> (balanced), <em>i'tidal</em> (fair), and <em>ta'awun</em> (helping each other) have high relevance in shaping the character of students who have noble morals, are adaptive to technological developments, and are able to act wisely in dealing with the rapid and complex flow of information. These values encourage the birth of students who are not only academically capable, but also have moral integrity, good social attitudes, and resistance to the negative influences of digital media. Thus, strengthening ASWAJA values is an important strategy in character education in the modern era and needs to be mandatory material, especially in Islamic religious education subjects.</p> Muhammad Syukron Fitra Firdian Winarto Copyright (c) 2025 Muhammad Syukron Fitra Firdian, Winarto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-02 2025-10-02 3 1 52 59 10.59996/aksioreligia.v3i1.765